Maret 2017 - yarzheit

Review Chevrolet Spark Mewah Elegan Menarik Banget

Masih ingat Daewoo Matiz di tahun 2000-an dahulu? jika kamu serupa kebanyakan masyarakat Indonesia lainnya, boleh jadi balasan pertanyaan di berdasarkan nyata ialah ‘tidak’. dengan latar belakang yang serupa, boleh jadi pula kamu enggak ingat dengan Chevrolet Spark, nama lain kembaran Matiz di tahun itu. desain enggak menarik bisa dibilang melampaui kepraktisan yang disodorkan saat itu.


Fast forward satu sebelah dasawarsa setelah itu, masuklah Spark angkatan keempat. sehabis pendahulunya luang muncul di adu box office ‘Transformers’, Spark balik menggenapi barisan Chevy dalam negeri dengan embel-embel “All-New”. Mobil ini masuk line up Chevrolet sebagai versi terkecilnya, sehabis sebelumnya line-up diisi Captiva, Trailblazer serta Trax.

Carmudi Indonesia menguji Chevrolet Spark berkode bentuk tubuh M400 itu buat sebagian hari. kecil tutur, apapun yang membuat Matiz enggak diperhitungkan di era dahulu tidak lagi jadi permasalahannya saat ini. Meninggalkan gaya ‘tinggi cungkring’ sebelumnya karna kini berdesain versi kakaknya, Aveo. bersama ekskalasi kapasitas mesin ke kategori 1. 400 cc dari sebelumnya 1. 200 cc. Chevrolet Spark semakin patut dipikirkan meski mesti masuk ke pasar city car yang sangat berdarah-darah.

Kejuaraan yang Berat segmen City Car 
Dalam segmen ini banyak kompetisi, ingin enggak ingin All-New Chevrolet Spark akan berkompetisi dengan dahsyat bahkan berdarah-darah. gimana enggak, pemeran brand Amerika Serkat ini mesti beradu kening dengan kompetitor berat serupa Honda Brio RS, Daihatsu Sirion. terdapat pula Nissan March, Kia Picanto, Hyundai Grand i10x, Proton Iriz, sampai Suzuki Ignis yang paling fresh.

Tidak permasalahan, toh sebagian senjata serupa output daya terbesar di kategori dengan nilai 97 hp serta torsi 124 Nm. Sementara fitur keamanan paling berlimpah berkah stability control serta HSA (Hill mulai Assist). lagi pula memandang tampangnya yang tidak bertekuk lutut menarik dibandingkan kompetitornya jadi kunci anak beruju Chevy ini. apabila ditanya kenapa mesti menentukan ini daripada lainnya, ayat ini salah satu balasan.

Oh serta masih terdapat pula teknologi pengiriman CVT (Continously Variable Transmission) yang enggak dipunya kompetitor di kelasnya, ialah aux gear. Apa itu serta cukupkah tiap keadaan di berdasarkan biar membuat kamu banyakkan Rp 196 juta on the road Jakarta buat menebusnya? simak full review-nya di bawah.

Gaya bentuk tubuh serta tipe 
All New Chevrolet Spark cuma ada dalam 1 versi, ialah LTZ. apabila belum familiar dengan merk ini, LTZ lazim dipakai buat membuktikan tipe tertinggi dari keluarga Chevy. Yang boleh jadi langsung kelihatan dari detail bagian depan yang cukup komplit. serupa pemakaian lampu proyektor, DRL serta lampu awan. Oh bercakap-cakap, kali ini juga PT General Motors Indonesia mengecilkan alternatif pengguna pertanyaan pengiriman. Spark cuma terdapat dengan alternatif CVT serta mesin 1. 400 cc barunya.

Detail serta performa mesin
Berkah meningkatkan kapasitas 200 cc, Spark dapat dikatakan naik kategori. keadaan ini karna Chevy meninggalkan mesin B12D STEC II 1. 206 cc. Sebelumnya buat jantung mekanis baru LV7 ECOTEC dengan VVT. alhasil tenaganya naik 15 hp jadi keseluruhan 97 hp di kitaran mesin 6. 200 rpm. Segment leader? Yup. eksepsi dibandingkan dengan March 1. 5L yang nilainya telah jauh di berdasarkan Rp 200 juta. Output All New Spark dengan mudah menaklukkan tiap rivalnya.

Akan tetapi lebih pokok, gimana akibat mesin ‘besar’ ini kala dipasangkan ke bentuk tubuh mungilnya? Respon helaan di dahulu kerasa smooth meski condong berat, eksklusif pemakaian pengiriman tanpa gigi nama lain CVT. seiring dibangunnya kitaran mesin, daya yang digapai dari kitaran cakra depan juga untungnya semakin kerasa ideal.

Performa Kenyamanan 
Memandu Spark di jalur lepas aral, nyata langsung feels like home. karna dengan mudah serta enggak kerasa membawa jarum speedometer ke 100 kilometer atau jam meski gas tidak diinjak amat dalam. nyata, kepribadian ini membuat Spark lebih mengasyikkan buat highway cruising dibandingkan bertualang perkotaan yang macet. Lebih eksklusif lagi ialah akibat dari gir tambahan (aux gear) yang digunakan CVT-nya.

Memang enggak keadaan baru karna telah kerap digunakan oleh kontender berdasarkan serupa Civic ataupun Corolla Altis. akan tetapi buat sub-Rp 200 juta, pasti sangat diapresiasi. Aux gear memasok akibat ala-ala terdapatnya mutasi gigi serupa pada pengiriman spontan formal. semisal kala kitaran mesin mendekati 3. 000 rpm, sehingga akan disimulasikan naik gigi alhasil akan turun putarannya.

Yes, meski masih menggerung versi sabuk baja kala kickdown, akan tetapi indikasinya diredamkan oleh ecek-ecek upshift itu. begitu pula kala dayung gas diinjak lebih dalam, kitaran mesin akan jauh lebih lekas naik serupa berlangsung downshift. alhasil cirinya jadi jauh lebih agresif dibandingkan rivalnya dengan CVT formal.

The flip side? Well, kita sebagian kali mendapati indikasi ‘ndut-ndutan’ karna akibat di berdasarkan ketika merangkak di kecekatan kecil yang untungnya enggak amat merisaukan.